Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA seorang Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta yang baru. Lahir di lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959. Ia juga merupakan pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama Kementerian Agama Republik Indonesia dan merupakan anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris.
Seorang sosok sahaja yang sangat cinta dengan Ulama. Berteman baik dengan ulama Timur Tengah seperti Wahbah Zuhaili, Yusuf al-Qaradhawy maupun ulama Nusantara seperti KH. Ali Mustafa Yaqub, KH. Hasyim Muzadi, Hidayat Nurwahid, KH.Syukran Makmu. Memiliki kajian rutin di Masjid Sunda Kelapa, memiliki ribuan jama’ah di Masjid at-Tin, Jakarta Timur, Masjid Raya Bintaro, Masjid Bintaro Jaya, dan sejumlah masjid lain.
Banyak karya ilmiah tentang Islam yang telah diciptakan sebagai sumbangan yang tak ternilai untuk dunia Islam Indonesia. Beliau juga banyak menelurkan karya tulis maupun buku salah satunya berjudul “Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran” (Paramadina, 1999), buku ini menjabarkan tentang hasil penelitian mengenai bias gender dalam Al Quran.
"
