Siapa yang tidak tahu Anies Baswedan? Sosok muda yang aktif ini memang sudah mendunia sedari duduk di bangku sekolah menengah. Ia diutus mengikuti pelatihan ketua organisasi siswa, dan menjadi ketua organisasi dari 300 ketua OSIS se-Indonesia. Program studi SMA-nya ditempuh dalam empat tahun karena ia juga terpilih menjadi salah satu peserta AFS, program pertukaran pelajar Indonesia-Amerika serikat, yang telah membuka cakrawalanya menjai lebih luas.
Anies Baswedan memiliki nama lengkap Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. Lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 7 Mei 1969. Ia adalah cucu dari pejuang kemerdekaan, Abdurrahman Baswedan.
Kepemimpinannya semakin terasah saat ia menjadi Ketua Senat Mahasiswa UGM di tahun 1992. Tak cukup hanya disana, intelektualitas Anies juga meningkat saat mengikuti program musim panas di Sophia University Jepang, yang diberi beasiswa oleh Japan Airlines Scholarship.
Anies menikah dengan Feri Fahriati Ganis pada tahun 1996 dan kini dianugerahi empat orang anak. Namun demikian, keinginannya untuk terus belajar membawa Anies mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi magister di jurusan “international security and economic policy” di University of Maryland College Park.
Selain berprestasi di dalam negeri, Anies juga meraih prestasi-prestasinya ketika menjadi pelajar di luar negeri. Sewaktu mengambil studi magister, Anies dianugerahi William P. Cole III Fellowship dari School of Public Policy Univesity of Maryland. Ketika itu pula ia mendapatkan ASEAN Student Award Program dari USAID-USIA-NAFSA. Dan ketika di jenjang doktoral, Anies meraih Gerald S. Marianov Fellow dari Nothern Illinois University dengan prestasi dan integritas dalam ilmu politik.
Maka tak heran jika di usianya yang masih terhitung 38 tahun ia dapat menjadi rektor termuda di Universitas Paramadina. Jiwa aktivisnya membuat banyak pergerakan untuk kemajuan bangsa. Di antaranya menjadi pelopor Indonesia mengajar. Ia juga memberi sumbangsih mengenai sistem otonomi daerah, menjadi Ketua Komite Etik KPK. Di antara langkah yang ia bumikan ialah menginisiasi gerakan turun tangan, dimana ia terjun langsung dalam pergerakan dan ikut andil dalam bagiannya menyalakan ilmu pengetahuan kepada anak-anak calon tunas bangsa. Hingga majalah Foreign Policy mencatat Anies sebagai salah satu top 100 intelektual dunia.
Rekam jejak Anies yang mumpuni di bidang pendidikan membuatnya terpilih menjadi menteri kebudayaan dan pendidikan dasar dan menengah di Kabinet Kerja era Presiden Joko Widodo periode 2014-2019. Anies adalah salah satu menteri profesional dari 34 menteri di kabinet tersebut.
