Sunday, February 28, 2016

SI PPI Dunia Adalah Karya Nyata

Post oleh : Unknown | Rilis : 3:25 PM | Series :
Sumber: Ikpm Islamabad Facebook Photos

“Berikan aku sepuluh pemuda, akan kugoncangkan dunia”.

Rasanya hampir semua pemuda Indonesia pernah mendengar kutipan dari pidato Bung Karno ini. Pada momen-momen tertentu seperti Hari Sumpah Pemuda, quote ini sering diucapkan untuk mengobarkan kembali semangat para pemuda. Sang proklamator mengakui bahwa pemuda memiliki potensi yang sangat besar. Tapi terkadang kita sebagai pemuda lupa menyadari potensi itu.

Anggap saja ‘goncangan’ yang Bung Karno maksud adalah gempa bumi besar. Besarnya kira-kira seperti gempa Samudera Hindia tahun 2004 yang menyebabkan tsunami di Aceh dan Semenanjung Malaka. Gempa tersebut juga menyebabkan terjadinya pergeseran planet bumi sebesar 1 cm. Energi yang diperlukan untuk membuat goncangan sebesar itu adalah 3.3 x 1018 Joule atau setara dengan bom TNT seberat 800 megatons (milyar kg). Apabila Bung Karno membutuhkan 10 pemuda, maka potensi 1 orang pemuda sama dengan TNT seberat 80 milyar kilogram.

Pemuda itu adalah kita, para Pelajar Indonesia. Potensi itu dimiliki kita, para Pelajar Indonesia yang berada di luar negeri. Sehat secara fisik, penuh semangat secara mental, kaya akan ide kreatif, wawasan yang luas, dan berbagai kelebihan lainnya sebagai potensi yang dimiliki para Pelajar Indonesia. Namun energi potensial tidaklah bisa menjadi energi kinetik apabila tidak bergerak. Apalah guna potensi tanpa gerakan nyata merealisasi. Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia di Dunia adalah salah satu karya nyata itu untuk ‘meledakkan’ dunia.

Ello pernah berkata dalam salah satu liriknya, “Pergi Untuk Kembali”. Kepergian para pelajar Indonesia menuntut ilmu jauh-jauh ke luar negeri apalagi jika bukan untuk kembali dan mengabdi untuk mengembangkan tanah air. Segala ilmu dan ide yang berguna untuk kemajuan Indonesia disatukan dan dimatangkan didalam Simposium Internasional hingga siap dinikmati manfaatnya oleh rakyat Indonesia. Sejarah pernah mencatat, Indische Vereneeging atau Perhimpunan Hindia (cikal bakal PPI Dunia) berhasil mencetuskan konsep tentang kemerdekaan Indonesia. Tentunya pada Simposium Internasional PPI Dunia karya yang lebih besar bisa tercipta. Doa 250 juta rakyat Indonesia tak pernah putus.

Bismillah, dengan nama Tuhan, kita sedang menciptakan masa depan. Wajah Indonesia 30 tahun mendatang.

Aulia Rifada
Direktur Radio PPI Dunia

google+

linkedin

Our Video