SiCairo2016.com - Senin, 23 November 2015 pesawat yang membawa Abdul Gofur Mahmudin terbang menuju bandara Internasional Soekarno Hatta, Indonesia. Setumpuk proposal menjadi tanggung jawab Presiden PPMI Mesir periode 2015-2016 ini dalam misi mensukseskan Simposium Internasional Kairo. Rentetan agenda bertemu dengan tokoh-tokoh penting telah terjadwal selama dua bulan keberadaannya di Indonesia.
Pada tanggal 14 dan 18 Desember 2015 berturut-turut Abdul Gofur mengadakan pertemuan dengan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Harry Azhar dan Ketua Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Audiensi kali ini pun mendapat antusias yang baik dari beliau berdua. Dengan bantuan seorang alumni Al-Azhar, Rina Sa’adah pertemuan dengan ketua Menpora berjalan dengan lancar. Bapak Imam Nahrawi menuturkan bahwa Menpora siap menjadi sponsor utama Simposium Internasional Kairo, bahkan beliau memerintahkan langsung asisten deputi Menpora agar menjadwalkan kehadirannya dalam acara ini.
Abdul Gofur dalam pertemuan dengan
Ketua Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Saifuddin berdiskusi tentang peran
Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) di samping tujuan utama
menggalang kerjasama untuk acara akbar tersebut. “Masisir adalah sebuah entitas
akademisi yang majemuk dengan beragam kegiatannya. Untuk itu saya sebagai
Presiden PPMI Mesir meminta perhatian pemerintah pusat terhadap duta-duta
bangsa yang sedang menempuh pendidikan di seluruh dunia umumnya dan Mesir
khususnya” tutur Abdul Gofur. Lukman Hakim pun mengapresiasi kegiatan-kegiatan
mahasiswa di seluruh dunia dan berharap segera kembali ke tanah air untuk
bersama-sama membangun Indonesia. Dalam pertemuan tanggal 31 Desember 2015 ini,
beliau juga mengungkapkan dengan senang hati dan bersedia untuk menjadi
narasumber dalam event tahunan PPI dunia ini.
Tak hanya ibu kota Jakarta namun
Lombok yang masyhur akan keeksotisan pantai-pantainya juga menjadi saksi
perjuangan Abdul Gofur di Indonesia. Pada tanggal 2 Januari 2016 beliau
beraudiensi dengan Zaenul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan
ini, beliau mengapresiasi keberanian PPMI Mesir untuk menjadi tuan rumah
Simposium Internasional 2016. Beliau juga berharap semoga acara ini menjadi
momentum pemerintah pusat untuk menaruh perhatian kepada mahasiswa Timur
Tengah. Gubernur Nusa Tenggara Barat ini juga berkenan dan siap hadir dalam acara
besar ini.
Berkat bantuan Rina Sa’adah dan
Ahmad Haitami, agenda untuk bertemu dengan ketua Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Natsir berjalan sukses. Abdul Gofur dalam
diskusi pada 6 Januari 2016 ini menjelaskan urgensitas Simposium Internasional
2016 bagi para pelajar Indonesia di dunia sebagai rasa kepeduliaan dan
kecintaan PPI Dunia terhadap tanah air Indonesia. Bapak Menteri mengapresiasi
dan mendukung penuh acara ini. “Sumber Daya Manusia Indonesia harus memiliki
daya saing yang kompetitif dan bisa bersaing secara global. Dan itu harus
dimiliki oleh para mahasiswa dan pemuda Indonesia sebagai penerus estafet
kepemimpinan bangsa agar kita menjadi bangsa terhormat dan bermartabat serta
dapat bersaing dengan negara-negara lain” ungkap Muhammad Natsir.
Hari-hari sebelum kembalinya Abdul
Gofur ke Mesir masih dimanfaatkan agar dapat berdialog dengan tokoh-tokoh
penting lainnya. Sore, 18 Januari 2016 Presiden PPMI Mesir ini berkesempatan
untuk beraudiensi dengan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Juga pada 24
Januari 2016 beliau mendapat kesempatan untuk berdialog dengan putra mantan
presiden RI B.J. Habibie, Ilham Akbar Habibie sebagai CEO Iltahabi Rekamata
sebuah perusahaan pembuatan pesawat produk dalam negeri. Dua dialog terakhir
ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh yang menghantarkan Abdul Gofur
kembali ke Kairo untuk mengobarkan semangat para panitia dalam mensukseskan
agenda akbar Simposium Internasional PPI Dunia 2016.
Penulis: Rabbani R. Fadhila & Nurin Azizah
Editor: Mukhtar Naballi Mufauwwiq
